DoTA 2, game strategi paling kondang ini rencananya akan dirilis di penghujung 2011. Namun karena beberapa alasan terkait pendistribusian, game ini terpaksa harus diundur hingga jadwal yang belum bisa ditetapkan. Padahal baru saja video game tersebut beredar di internet.
“Kami akan mendistribusikan game ini secara luas, dan saya rasa hal ini belum bisa dilakukan hingga tahun depan,” kata Gabe Logan Newell, co-founder and managing director Valve Corporation.
Meski diundur, sebagian kalangan tengah sibuk mencari software Dota 2 untuk di download. Atas banyaknya permintaan Dota 2 download ini membuat berbagai situs-situs untuk download Dota 2 bermunculan.
Namun pada kenyataanya situs-situs tersebut menyebarkan link palsu, dimana ketika kita mengklik link yang diklaim sebagai tempat download Dota 2, tapi tidak mengarahkan kepada tujuan yang semestinya, namun mengarahkan kita kesitus-situs yang lain yang tidak jelas keberadaanya, bahkan cenderung mengandung virus.
Seperti yang di lansir oleh karodalnet Adapun situs bersangkutan dibuat mirip dengan situs resmi Dota 2, seperti misalnya alamat situs dota2betadownload.info dan juga dota2free.com ( dan masih banyak lagi link palsu yang lain ) yang mengklaim sebagai sebuah situs yang menyediakan software Installer Dota 2, tapi pada kenyataanya software Dota 2 yang dijanjikan ternyata tidak tersedia.
Perlu teman-teman ketahui bahwa Dota 2 versi beta yang kabarnya bisa di download dari internet sejauh ini hanyalah isapan jempol belaka. Oleh sebab itu bila ada sebuah situs yang mengarahkan anda dengan link dengan iming-iming software Dota 2 gratis, maka saya sarankan agar jangan percaya 100% dengan situs tersebut, sebab bukan tidak mungkin anda akan diarahkan kepada link jahat yang mungkin mengandung virus dan program jahat lainnya.
Untuk informasi tentang Dota 2 secara resmi, maka silahkan saja anda update selalu informasinya melalui situs Dota 2 resmi yang beralamat di dota2.com.
Read more...











Lihatlah Rahmat. Sehari-hari, Rahmat tampak luntang-lantung. Tapi pria berusia 40 tahun ini selalu banyak uang. Seringkali ia mentraktir teman-temannya yang tinggal di kontrakannya di Kelurahan Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur.
Setiap hari Lia harus menyetorkan uang Rp 100 ribu. Jika tidak ia tidak boleh pulang ke rumah. "Dia (Lia) pernah curhat ke saya. Kalau dia dapat Rp 150 ribu dia akan sisihkan untuk setoran besoknya. Jadi dia tidak khawatir setoran ke bapaknya berkurang," ujar Nuki Sena, tokoh pemuda di Kelurahan Kebon Singkong saat berbincang-bincang dengan detik+.
"Kalau di sini orang buta yang disebut mobil. Kalau yang dampingi disebut sopir. Kalau mereka jalan berdua disebut truk gandeng," kata Nuki sambil tertawa.
Jhoni, warga Kebon Singkong, yang duduk di sebelah Nuki kemudian menimpali, di daerah Kebon Singkong yayasan semacam itu juga ada. Ia kemudian menyebut Yayasan Bina Insan Saleh yang beralamat di Jalan Pertanian Utara, Kebon Singkong. Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan anak-anak yatim itu, menyebar proposal ke mana-mana. Padahal yayasan itu hanya punya satu kelas TPA.